Mahalnya Pangan Organik karena Biaya Sertifikasinya? Kontributor: Mang Rupi

Ruangpublik.com - Seiring dengan maraknya informasi mengenai gaya hidup sehat, trend konsumen pun semakin naik untuk bisa memilh makanan yang sehat. Untuk pangan kemasan, tuntutan mengenai informasi kandungan bahan makanan, nilai gizi, dan informasi tambahan lainnya dibuat pada label kemasan. Sekarang ini kewajiban terhadap kelengkapan informasi pada label sudah dikenakan pada produsen pangan kemasan.

Begitu juga dengan pangan segar sehat/organic. Trend kearah meningkatnya konsumsi pangan organic berkisar 20%. Beberapa alasan konsumen mengkonsumsi pangan organic diantaranya adalah kenginan untuk sehat, kemudian karena peduli pada lingkungan, dan peduli kepada petani organic. Jadi konsumen seperti ini mempunyai idealisme mengenai konsumsi berkelanjutan.

Tetapi konsumen juga mengalami beberapa kendala ketika hendak mengkonsumsi pangan segar seperti ini. Diantaranya adalah dari segi perbedaan harga yang terlalu tinggi, ketersediaan, kontinuitasnya dan yang paling penting lagi adalah informasi yang memadai mengenai pangan segar sehat ini.

Dari survey yang dilakukan oleh YLKI, perbedaan harga antara beras organic dengan beras biasa berkisar antara 1,5 hingga 4 kali lipat, tergantung retail tempat membeli. Ini memang masih jauh dari harapan konsumen kelas menengah yang menginginkan kalaupun terjadi perbedaan harga, paling tidak sekitar 20%. Kecuali bagi kelas atas konsumen (yang kira kira 20% dari penduduk Indonesia, atau sekitar 50 juta orang), harga tidak menjadi masalah, asal konsumen memiliki kesadaran gaya hidup sehat dan terinformasi dengan baik. Kesadaran ini yang masih perlu dibangun.

Tingginya harga pangan organic ini terutama karena biaya sertifikasi yang sangat mahal. Seorang petani menyebutkan bahwa bisa jadi biaya sertifikasi ini berkontribusi sebesar 60% dari harga pangan organic.

Kemudian, dari segi logo atau informasi di kemasan pangan organic, ini juga terdapat beberapa masalah. Diantaranya adalah klaim klaim sepihak dari produsen pangan organic ini yang sulit ditelusuri kebenarannya. Untuk hal ini diharapkan ketegasan pihak berwenang (pemerintah) dalam mengawasi peredaran pangan organic yang informasinya menyesatkan konsumen. Begitu juga peran retail dalam mengawasi produk pangan yang masuk ke jaringan distribusinya. Klaim palsu ini juga merugikan petani asli yang berkecimpung di pertanian organic.

Untuk mengatasi permasalahan diatas, Pemerintah juga diharapkan mempercepat regulasi soal organic ini, sehingga bisa segera dilaksanakan dilapangan. Beberapa regulasi yang berkaitan dengan Pangan Organik sudah ada. Seperti SNI atau Standar Nasional Indonesia mengenai Pangan Organik, kemudian juga ada Pedoman Pengawasan Pangan Organik, Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai pangan organic kemasan, dan Pedoman Pelabelan. Tetapi regulasi ini masih sebatas peraturan, belum dilaksanakan di lapangan.

Kemudian,  masalah sertifikasi tampaknya belum tuntas dibahas. Ada wacana dipemerintahan agar petani kecil diberi subsidi untuk memperoleh sertifikat organic, sebagai pengganti pupuk kimia bersubsidi. Tetapi ini masih belum jelas implementasinya seperti apa. Yang jelas, peran pemerintah sangat penting bagi mempercepat ketersediaan pangan organik ini yang terjangkau, kontinu dan terjamin bagi konsumen.

Sumber: Ilyani S. Andang
Jika konten ini mengandung Pornografi / SARA? Laporkan!
atau email ke: moderator@ruangpublik.com
Mau Gabung Diskusi? Login di sini
FIDEL
(2013-07-13 22:21:37) "hmm.... no comment.."
Mau Gabung Diskusi? Login di sini
Komentar Tokoh
Tokoh Terkait
"Masih dalam konfirmasi..."
Tambahkan topik terkait [klik di sini]

Galeri Foto "Mahalnya Pangan Organik karena Biaya Sertifikasinya?" Kontributor: Mang Rupi

Ingin menambahkan foto untuk topik ini? Silakan DAFTAR / LOGIN di sini
Foto: berasorganikbalepare
"..Beras Organik....."
Kontributor: Mang Rupi
Foto: Ilustrasi
"..Produk Makanan....."
Kontributor: Mang Rupi

Dokumen Terkait "Mahalnya Pangan Organik karena Biaya Sertifikasinya?" Kontributor: Mang Rupi

Ingin menambahkan dokumen untuk topik ini?
Silakan DAFTAR / LOGIN di sini

Berita Terkait Topik "Mahalnya Pangan Organik karena Biaya Sertifikasinya?" Kontributor: Mang Rupi

Biaya Sertifikasi Pangan Organik Capai Rp 30 Juta

Liputan6.com - Permintaan pangan organik terus menunjukkan tren kenaikan. Sebab itu diperlukan adanya sertifikasi pangan organik tersebut demi melindungi hak-hak konsumen.

Khusus di Indonesia ada 8 lembaga sertifikasi pangan, salah satunya PT Sucofindo (Persero). Marketing & Business Support PT Sufocindo, Triyan Aidilfitri mengungkapkan biaya sertifikasi pangan organik untuk kelompok petani sekitar Rp 15 -Rp 30 Juta.

Biaya sertifikasi bisa lebih besar untuk pertanian skala industri. "Biaya sertifikasi kita lihat pasar. Untuk pasar domestik kita lihat luasan lahan berapa. Rata-rata di rentang Rp 15 juta- Rp 30 juta. Kalau kolektif lebih mudah," jelas dia, di sela-sela, seminar Jaminan Sertifikasi Pangan Organik Dalam Upaya Peningkatan Perlindungan Konsumen, Selasa (16/4/2013).

Sertifikat tersebut berlaku selama 3 tahun untuk produksi pangan organik, dan pada setiap tahun harus dilakukan surveillance (pengawasan), dengan biaya sekitar separuh dari biaya sertifikasi awal, atau senilai Rp 7,5 juta - Rp 15 juta.

Triyan mengungkapkan, pada pertanian skala industri, biaya sertifikasi yang dikenakan mengacu pada jenis produk pertanian organiknya.

Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak, mengatakan kenaikan permintaan pangan organik didorong kesadaran dan gaya hidup masyarakat yang berkembang.

Gaya hidup sehat ini mensyaratkan pangan harus aman dikonsumsi, mengandung kandungan yang tinggi. "Atribut ini ada di dalam pertanian organik dan olahannya," jelas Nus.

Namun sayang, lahan pertanian organik yang disertifikasi baru 30% atau sekitar 62 hektar dari total 212 hektare lahan pertanian organik.

Sucofindo sendiri baru menangani 3 klien yang mengurus sertifikasi pangan organik, dari total 2.000 klien. Artinya, pengawasan pangan organik dengan instrumen sertifikat ini boleh dikatakan jauh panggan dari api. (Est/Nur)

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/562663/biaya-sertifikasi-pangan-organik-capai-rp-30-juta
Ingin menambahkan berita untuk topik ini?
Silakan DAFTAR / LOGIN di sini
Liputan6.com :
"..Biaya Sertifikasi Pangan Organik Capai Rp 30 Juta.." Kontributor: Mang Rupi
Mengenal Kami..

Ruang Publik adalah sebuah tempat terbuka, siapapun yang beridentitas jelas..

Keluarga Rupi Rupi »
Ketentuan & FAQ

Pertanyaan dan jawaban yang sering muncul di Ruang Publik..

Daftar Pertanyaan & Jawaban »
Dukung Ruang Publik